STIT Syekh Burhanuddin Pariaman menyelenggarakan Seminar Peningkatan Kompetensi Dosen yang dirangkai
STIT Syekh Burhanuddin Pariaman menyelenggarakan Seminar Peningkatan Kompetensi Dosen yang dirangkaikan dengan Rapat Evaluasi Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 bersama Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, pada Senin, 02 Februari 2026 bertempat di Ruang Pertemuan II STIT Syekh Burhanuddin Pariaman.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen dan pimpinan akademik STIT Syekh Burhanuddin Pariaman sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya dosen serta mengevaluasi pelaksanaan proses akademik selama semester ganjil. Kehadiran Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat menjadi bentuk pendampingan dan penguatan tata kelola perguruan tinggi keagamaan Islam swasta agar semakin adaptif terhadap kebijakan dan tuntutan mutu pendidikan tinggi.
Seminar Peningkatan Kompetensi Dosen membahas penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dosen, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital dan implementasi kebijakan pendidikan tinggi terkini. Para peserta mendapatkan wawasan strategis mengenai peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan metode perkuliahan, serta peran dosen dalam menciptakan suasana akademik yang inovatif dan berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa.
Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Evaluasi Semester Ganjil 2025/2026. Rapat ini membahas berbagai aspek akademik, mulai dari pelaksanaan perkuliahan, kehadiran dosen dan mahasiswa, evaluasi hasil belajar, hingga kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Setiap program studi menyampaikan laporan sebagai bahan evaluasi dan perumusan langkah perbaikan pada semester berikutnya.
Melalui kegiatan ini, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman bersama Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat berharap dapat memperkuat sinergi dalam peningkatan mutu akademik dan tata kelola institusi. Hasil seminar dan rapat evaluasi diharapkan menjadi dasar strategis dalam pengembangan kebijakan akademik yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
